Turbocharger dan Pelumas

Turbocharger dan Pelumas

Turbocharge

Turbocharger berputar dengan sangat cepat untuk memberikan dorongan pada mesin dengan menekan udara berlebih masuk ke ruang pembakaran. Rotasi berkecepatan tinggi ini akan meningkatkan gesekan dan akan berakibat meningkatnya temperatur dan tekanan. Sehingga untuk membantu turbocharger bekerja dengan halus dan mengurangi friksi, turbocharger perlu dipelumasi. Pelumas memiliki tugas yang sangat penting—mendinginkan poros dan bantalan, juga menghindari kegagalan turbocharger yang disebabkan oleh gesekan berlebih. Pelumas akan memberikan efek pendingin saat melewati saluran turbocharger, sehingga dapat menjaga temperatur pada rentang ideal.

Pelumas mengandung deterjen dan dispersan. Aditif-aditif ini memegang peran yang penting untuk menghindari pembentukan endapan pada permukaan logam. Dengan melarutkan kotoran yang terbentuk selama pembakaran, temperatur turbocharger akan tetap terjaga sementara pemanasan lokal di dalam turbocharger pun terhindar.

Penggunaan oli sintetis juga akan menjaga turbocharger anda bersih. Hal ini disebabkan karena oli sintetis sangat unggul dalam menyerap kotoran. Kotoran kemudian akan dipisahkan dengan filter oli. Kondisi ini sebenarnya dapat menyebabkan terjadinya penumpukan di filter sehingga jumlah oli yang kembali ke turbocharger berkurang. Kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan turbocharger. Sebelum terjadi kegagalan turbocharger, anda akan mendengar suara seperti sirene dan suara ini akan membesar jika anda terus jalan. Jika anda mendengar suara ini, kami sarankan anda membawa mobil anda ke bengkel.

Untuk menghindari kegagalan turbocharger, ikuti tips mudah di bawah ini:

  • Gunakan pelumas sintetis yang cocok untuk mobil anda
  • Lakukan perawatan mobil secara berkala dan bacalah manual untuk mengetahui jarak tempuh yang tepat untuk penggantian oli.

??