Karakteristik Utama Minyak Rem

Minyak rem memiliki 7 karakteristik utama:

Kompresibilitas rendah
Minyak rem harus memiliki sifat sulit untuk dimampatkan agar rem dapat bekerja dengan baik. Hal ini membuat minyak rem harus memiliki kompresibilitas rendah dan selalu stabil pada temperatur dan tekanan yang bervariasi.

 

Titik didih tetap
Air pada sistem rem masuk ke dalam sistem dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan kondensasi. Air di dalam sistem kemudian akan diserap oleh minyak rem, dan berakibat menurunkan titik didih minyak rem. Hal ini dapat membuat rem tidak berfungsi dengan baik.

 

Titik beku rendah
Minyak rem harus memiliki viskositas yang tetap pada rentang temperatur yang besar (termasuk temperatur sangat dingin) untuk memperoleh sistem pengereman yang konsisten dan dapat diandalkan.

 

Melumasi bagian yang bergerak
Sistem rem memiliki piston yang harus dapat bergerak secara bebas. Untuk mengurangi gesekan, poliglikol ditambahkan ke dalam minyak rem sebagai pelumas.

 

Kesesuaian dengan material
Minyak rem memiliki kecocokan dengan material dari sistem pengereman. Tes pemuaian segel dapat dilakukan pada temperatur 70°C dan 120°C dengan jenis karet SBR dan EPDM.

 

Proteksi dari korosi
Minyak rem mengandung aditif yang memiliki kemampuan anti-korosif dan dapat mencegah pembentukan karat pada metal.

 

Pencegahan oksidasi dan kestabilan suhu
Pengereman adalah perubahan energi dari kecepatan menjadi panas melalui gesekan. Panas yang dikeluarkan bergantung oleh berat dan kecepatan kendaraan. Namun pada kondisi ekstrem, minyak rem dapat mencapai temperatur lebih dari 150°C. Temperatur tinggi dapat merusak minyak rem dengan pemecahan senyawa. Untuk mencegah penguraian terjadi, antioksidan ditambahkan untuk meningkatkan stabilitas termal dan memperpanjang umur minyak rem dari oksidasi menjadi komponen asam.