Bagaimana Cara Menjaga Emosi Saat Berkendara Di Jalan Raya

Emosi berkendara

Banyak masyarakat di kota-kota besar yang menghabiskan waktunya di jalan raya. Baik dengan menggunakan kendaraan umum maupun pribadi. Di jalan raya, segala kemungkinan bisa terjadi, karena kita sebagai pengguna jalan juga berbagi dengan orang lain.

Peganglah prinsip bahwa Anda tidak pernah tahu perangai ataupun kondisi pengemudi lain di sekitar Anda. Pastinya dalam perjalanan Anda pernah bertemu dengan orang yang baru mendapat masalah di jalan raya sehingga emosinya labil. Atau kemungkinan terburuk bertemu dengan pengemudi mabuk. Untuk itu, ada baiknya Anda mengalah untuk menang.

Urusan mengemudi kendaraan di jalan raya itu bukan cuma urusan kemampuan teknis. Sebetulnya skill mengemudi itu hanya berperan 10 persen dalam soal keselamatan di jalan raya, sisanya yang 90 persen justru soal emosi. Di sinilah peran dari defensive driving mengambil alih.

Defensive driving adalah teknik mengemudi yang mengutamakan pencegahan terhadap terjadinya berbagai kemungkinan buruk, ini artinya juga kesediaan berbagi di jalan raya. Mulai dari pejalan kaki sampai pengemudi truk dan bus harus dihormati. Defensive driving juga mengajarkan pengemudi untuk mengelola emosinya dan tak mudah terpancing perilaku pengemudi lain.

Perilaku mengemudi tanpa emosi berlebihan ini seharusnya mulai diterapkan sehari-hari oleh semua pengguna jalan. Contoh mudahnya adalah tidak membunyikan klakson mobil secara berlebihan karena suara klakson dapat menjadi polusi suara bagi para pengguna jalan lain. Selain itu akan lebih baik juga Anda mau berhenti sebentar memberikan kesempatan pada pejalan kaki yang hendak menyeberang jalan.

Kemacetan juga sering memicu kelelahan dan jadi tak sabar. Meski begitu Anda bisa menjadi pengendara yang lebih sabar dengan tidak berpindah-pindah lajur atau menyerobot jalur kendaraan lain. Tetap akan sampai tujuan kok. Bonusnya malah kita jadi lebih positif dan tak mengganggu pengguna jalan lain.

Jalan raya juga bisa mendatangkan pahala loh, caranya mudah, cukup dengan menjaga lisan. Misalnya bila mobil Anda tersenggol kendaraan lain, yuk coba untuk tak mengumpat. Kadang kata-kata dapat berujung pada permasalahan yang lebih besar.

Usahakan saat berkendara dengan mental dan pikiran yang positif, karena dengan begini tubuh lebih cenderung tidak mudah lelah. Jika badan tidak lelah maka emosi bisa diredam sehingga perjalanan Anda pun jadi menyenangkan dan tidak merugikan orang lain.

Oleh karena itu, mari usahakan berpikir panjang sebelum bertindak. Yuk, jadi #totalpositif

Bagaimana Cara Menjaga Emosi Saat Berkendara Di Jalan Raya