Cara Memilih Oli Mesin Yang Tepat Untuk Mobil Anda

Cara Memilih Oli Mesin Yang Tepat Untuk Mobil Anda

Menggunakan oli yang tepat sangat penting untuk membuat mesin mobil dapat bekerja dengan baik. Karena oli yang tepat dapat secara optimal mengurangi gesekan antarkomponen di dalam mesin, juga membantu mengurangi panas mesin.

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk digunakan sebagai cara memilih oli mesin yang tepat bagi mobil Anda. Maksudnya adalah tepat dalam menentukan tingkat kekentalan pelumas mesin.

Hal utama yang perlu diperhatikan adalah spesifikasi kekentalan pelumas yang ditandai dengan kode SAE dan diikuti dengan deretan angka. Secara umum, angka di depan menunjukkan tingkat kekentalan oli dalam kondisi dingin. Sedangkan angka di belakang menunjukan viskositas pelumas saat berada di kondisi panas atau pada suhu kerja mesin.

Line-up Total Quartz sebagi produk pelumas dari Total Oil memiliki beberapa tingkat kekentalan yang bisa dipilih sesuai kebutuhan mesin. Misalnya Total Quartz 9000 Future SN GF50W20, Quartz 9000 Future SN 5W30, Quartz 9000 SN 5W40, Quartz 7000 SN 10W40, Quartz 5000 SN 15W50, dan Quartz 3000 SJ 20W50.

Nah, setelah memahami arti kode kekentalan pelumas, apa saja faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih oli mesin?

Tahun Produksi Mobil ​

Salah satu faktor yang perlu diperhatikan untuk menentukan pelumas mesin yang tepat berdasarkan tingkat kekentalannya adalah tahun produksi mobil. Sebaik apapun perawatan yang dilakukan, seiring pemakaian akan terjadi keausan pada komponen mekanikal di dalam mesin akibat bidang logam yang saling bergesekan.

Gesekan yang terjadi selama bertahun-tahun ini menyebabkan keausan, sehingga membuat celah antarkomponen di dalam mesin semakin besar. Tingkat keausan ini perlu diimbangi dengan penggunaan oli mesin yang lebih kental. Penggunaan oli lebih kental ini bertujuan agar perannya dalam melindungi komponen bergerak tetap optimal, terutama di bagian dinding silinder.

Perlindungan di dinding silinder ini penting karena di bagian inilah oli mesin terkoneksi dengan jalur bahan bakar. Perlu diketahui juga bahwa kerusakan oli sangat ditentukan oleh kontaminasi bahan bakar yang menyusup masuk ke sirkulasi pelumas. Jadi oli kental di sini juga berfungsi sebagai penghalang masuknya bahan bakar ke sistem pelumasan.

Viskositas yang terlalu encer akan membuat pelumas lebih mudah terbawa masuk ke ruang bakar. Jika ini terjadi, volume pelumas akan cepat berkurang, selain itu bagian dalam silinder juga akan menjadi kotor akibat oli yang ikut terbakar.

Dengan melihat fungsi pelumas dan kondisi mobil, untuk mesin dengan usia pakai lebih dari 4 tahun sebaiknya pemilik mobil mulai mempertimbangkan pemakaian oli mesin dengan spesifikasi viskositas satu tingkat lebih kental dibanding standar. Misalnya saat mobil baru direkomedasikan penggunaan oli SAE 5W-30, setelah lebih dari 4 tahun dapat beralih ke SAE 5W-40 atau SAE 10W-40.

Teknologi Mesin

Selain usia mobil, hal lain yang perlu diperhatikan dalam memilih pelumas adalah teknologi yang digunakan di mesinnya. Tahun produksi mobil boleh saja di atas 5 tahun, tapi teknologi mesin yang diusung sudah cukup canggih.

Apalagi umumnya mesin dengan teknologi advance memiliki jalur pelumas yang lebih kecil dibanding yang konvensional. Jika oli yang digunakan terlalu kental, beban mesin akan bertambah sehingga membuatnya menjadi tidak efisien.

Salah satu teknologi canggih di mesin yang sudah umum digunakan dalam 10 tahun belakangan adalah pengaturan katup variabel. Selain menjadi selling point, teknologi ini mampu mengoptimalkan kinerja mesin. Setiap pabrikan memiliki istilah berbeda untuk teknologi pengaturan katup variabel ini, misalnya BMW dengan VANOS dan Valvetronic, Honda dengan VTEC, serta Toyota dengan VVT-i dan Valvematic.

Dalam bekerja, teknologi pengaturan katup variabel ini mengandalkan tekanan oli mesin untuk menjalankan mekanismenya. Itu sebabnya pemilihan spesifikasi pelumas yang tepat juga harus diperhatikan pada mobil-mobil yang menerapkan teknologi mesin yang canggih. Dengan begitu kinerja mesin akan tetap optimal sehingga efisiensinya mesin tetap terjaga.