Pelumas Sintetis

Pelumas sintetis umumnya tidak dibuat menggunakan bahan minyak mentah melainkan komponen yang telah dimodifikasi melalui proses kimia, walaupun dapat pula diproduksi menggunakan bahan baku lain. Pelumas sintetis digunakan sebagai pengganti pelumas berbahan dasar minyak bumi saat mesin harus bekerja pada suhu ekstrem sebab oil sintetis memilii sifat mekanik dan kimia yang lebih unggul dibandingkan pelumas konvensional.

Pelumas “Part-Synthetic”
“Part-synthetic” (disebut juga sintetis campuran atau semisintetis) terbuat dari campuran pelumas biasa berbahan minyak bumi dengan pelumas sintetis.

Pelumas jenis ini memiliki keunggulan bahan konvensional maupun sintetis. Performa secara keseluruhan lebih baik dibandingkan pelumas konvensional dengan harga lebih bersahabat ketimbang pelumas sintetis murni.

Keunggulan pelumas sintetis
Terdapat lima keunggulan utama pelumas sintetis dibandingkan pelumas konvensional:

1.  Ketahanan suhu lebih baik – pelumas sintetis mampu bekerja dengan aman pada suhu tinggi tanpa mengalami kerusakan sehingga direkomendasikan untuk iklim panas, beban tinggi, mesin berkomponen turbo, dan aplikasi berat.
2.  Performa memuaskan pada suhu rendah – Mampu membantu mesin menyala dengan mudah pada cuaca dingin membuat pelumas sintetis ideal untuk pemakaian di iklim bersuhu rendah. Tak seperti pelumas konvensional yang cenderung mengkristal pada suhu dingin, pelumas sintetis mengalir dengan baik pada suhu ekstrem sekalipun (-30 sampai -40 derajat Celsius).
3.  Perlindungan mesin lebih optimal – Kecepatan tinggi kerja mesin dapat merusak bahan aditif saat pelumas mengalir melalui mesin sehingga mengencerkan pelumas. Pelumas mesin sintetis murni dapat bertahan lebih baik dari beban tinggi dibandingkan pelumas konvensional. Kadar viskositas pelumas sintetis terjaga baik sehingga lebih tahan dari kondisi ekstrem mesin dan memberikan perlindungan lebih optimal.
4.  Menghemat konsumsi pelumas – dibandingkan pelumas konvensional, pelumas sintetis tidak mudah “mendidih”. Pelumas sintetis yang baik hanya akan kehilangan sekitar 4% dari bobotnya saat terpapar suhu 400 derajat selama enam jam dibandingkan 30% kehilangan yang dialami pelumas biasa pada kondisi yang sama. Tingkat penguapan rendah menghemat konsumsi pelumas. Interval penggantian pun lebih panjang; pelumas baru akan habis setelah digunakan sampai dengan 30.000 km.
5.  Mesin lebih bersih – Pelumas sintetis tidak rusak ataupun menimbulkan endapan secepat pelumas konvensional. Efisiensi daya pelumas pun bertahan dalam jarak tempuh pendek pada suhu rendah.