22/11/2019 News

ETIKA BERKENDARA DI JALAN TOL

web-etika-berkendara-di-tol

Sejatinya jalan tol dibuat untuk memudahkan pengendara mobil untuk mencapai tujuan dengan lebih cepat. Meski begitu, bukan berarti Anda lantas bisa berkendara semaunya, seperti memacu kendaraan hingga kecepatan maksimal ketika kondisi lengang.

Sebentar lagi jalan tol layang Jakarta – Cikampek siap untuk dioperasikan, rencananya akhir November 2019 ini. Nantinya jalan tol Layang Jakarta-Cikampek II akan diperuntukkan bagi kendaraan golongan I dan II. Artinya, tol ini hanya bisa dilalui oleh kendaraan jenis sedan, jip, pick up/truk kecil, bus, dan truk dengan dua gandar. Tapi ingat bukan berarti bagi pemilik kendaraan pribadi bisa memacu mobilnya secepat mungkin. Karena tetap harus berhati-hati dengan adanya bus dan truk.

Tapi ingat, selain ada peraturan yang mesti ditaati, di sana juga ada pengguna jalan lain. Ingat pula bahwa keterampilan mengemudi setiap orang tidaklah sama. Demi menghindari hal yang tak diinginkan, sebaiknya terapkan etika berkendara di jalan tol berikut ini:

 

1. Gunakan sabuk pengaman

Sebelum memulai perjalanan, pastikan diri Anda untuk selalu menggunakan sabuk pengaman. Sederhana tapi penting. Jangan berpikir memakainya karena peraturan atau terganggu dengan pemberitahuan dari mobil. Sabuk pengaman dapat menyelamatkan Anda, dan jadikan ini sebagai satu-satunya alasan.

2. Hindari gangguan saat mengemudi

Perlu Anda ketahui, aktivitas mengemudi itu membutuhkan konsentrasi 100 persen. Selama mengemudi, ada banyak pergerakan di sekitar yang pada akhirnya menuntut kemampuan Anda dalam mengantisipasinya. Jangan biarkan diri Anda terganggu selama melakukan aktivitas ini. Salah satunya adalah telepon pintar. Jangan pernah mengutak-utik telepon sambil berkendara. Setiap sepersekian detik Anda mengalihkan pandangan dari depan, saat itu pula ada resiko terjadinya tabrakan. Efeknya tentu bisa lebih parah jika Anda melaju dengan kecepatan tinggi.

BACA JUGA : PERLAKUAN MOBIL 1000 KM PERTAMA

3. Patuhi peraturan lalu lintas

Ada alasannya kenapa tetap ada batas kecepatan yang berlaku di jalan tol. Salah satunya pasti mengantisipasi agar tak terjadi tabrakan. Sebagai contoh, jika ada aturan kecepatan maksimal 100 km/jam, maka patuhilah peraturan itu. Ketika semua pengguna jalan tol mematuhi peraturan yang sama, kemungkinan terjadinya kecelakaan dapat diminimalisir.

4. Hindari blind spot

Sebenarnya ini juga berlaku di semua tipe jalan. Jangan menempatkan mobil Anda di area tak terlihat oleh pengendara di mobil lain, salah satunya di area di luar jangkauan kaca spion. Ini artinya Anda mengurangi risiko kecelakaan yang terjadi ketika mobil lain melakukan manuver.

5. Jaga emosi

Kesadaran untuk berkendara yang baik dan benar harus tumbuh dari diri sendiri. Ketika pengendara lain berlaku agresif di jalanan, tak perlu ikut terpancing. Tetap berkendara dengan aman demi keselataman Anda. Ingat bahwa Anda bertanggung jawab atas keselamatan Anda sendiri.

6. Jangan menguntit kendaraan lain

Aktivitas ini biasanya disebut tailgaiting. Anda pasti pernah melihat ada pengendara lain yang menempel dekat dengan mobil di depannya. Aktivitas ini jelas berbahaya apalagi jika keduanya tengah dalam kecepatan tinggi. Kita tidak pernah tahu pergerakan seperti apa yang akan dilakukan pegendara lain, sehingga kita tak pernah siap dengan respon yang harus dilakukan. Lagipula, daya pengereman setiap mobil tidaklah sama.

 

ARTIKEL TERKAIT: