25/09/2018 News

GANTI OLI ENCER KE KENTAL

ganti oli encer ke kental

Saat Tepat Beralih Dari Oli Encer Ke Kental

Perkembangan material yang digunakan dan sistem produksi kendaraan yang lebih presisi membuat produsen mobil mampu membuat mesin dengan clearance (celah) antarkomponen yang semakin rapat. Salah satunya adalah celah di antara piston dan dinding silinder yang membuat kompresi di ruang bakar semakin baik, sekaligus mencegah menyusupnya bahan bakar ke sistem pelumasan.

Semakin rapatnya clearance ini membuat mesin modern membutuhkan pelumas yang semakin encer dari tahun ke tahun. Jika diperhatikan, di era 1980-an rekomendasi oli mesin yang digunakan memiliki tingkat kekentalan SAE 20W-50. Di akhir 1990-an mesin mobil mulai membutuhkan oli dengan spesifikasi SAE 10W-40.

Sekitar awal 2000-an, beberapa produsen mobil mulai merekomendasikan penggunaan oli mesin dengan viskositas SAE 10W-30. Sesuai tren dan kemajuan teknologi mesin saat ini, oli mesin SAE 0W-20 mulai ramai digunakan. Spesifikasinya yang encer membuat mesin mampu bekerja lebih efisien tanpa kehilangan kemampuan oli sebagai pelindung komponen bergerak di dalam mesin.

Spesifikasi oli semakin lama semakin encer yang direkomendasikan oleh pabrikan mobil memang tepat untuk mobil-mobil dalam kondisi baru. Namun setelah usia pakai lebih dari 4 tahun sebaiknya ada penyesuaian tingkat kekentalan oli mesin yang digunakan. Penyebabnya adalah gesekan antarkomponen logam di dalam mesin. Serapat apapun celah antarkomponen, secanggih apapun material logam yang digunakan, dan sepresisi apapun pembuatan mesin keausan akan terjadi setelah mobil memiliki jarak tempuh tinggi.

Untuk itulah pemilik mobil perlu memperhitungkan penggantian oli dengan viskositas tebih kental. Selain usia pakai mobil dan jarak tempuh, parameter lain yang dapat dijadikan acuan untuk mengganti oli encer menjadi lebih kental adalah dengan memperhatikan tingkat penguapan oli. Yaitu jika kita menemukan tanda-tanda volume oli mulai berkurang cukup drastis.

Misalnya saat mobil masih baru hingga berusia kurang dari 4 tahun, kita biasa mengecek oli mesin melalui dipstick setiap 5.000 km dan terlihat volume oli berkurang hanya ⅕ dari batas MAX. Setelah usia mobil lebih dari 4 tahun terlihat volume oli yang berkurang melewati ⅓ dari batas MAX, di saat itulah kita perlu mengganti oli mesin dengan viskositas setingkat lebih kental dibanding sebelumnya.

Dengan oli lebih kental, otomatis tingkat penguapan menjadi lebih rendah sehingga kejadian berkurangnya volume oli secara berlebihan bisa diatasi. Selain itu lapisan pelumas di antara komponen bergerak menjadi lebih tebal, membuat perlindungan lebih tinggi terhadap keausan komponen internal mesin.